Book Review: Tempat Terbaik di Dunia (Roanne Van Voorst)
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 06.58
Meaning Of Life
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 06.15
Next year, I will be 26 years old.
Berada diantara umur 20 dan 30an ini emang bikin insecure ga sih? Buka instagram, teman-teman pada posting sama pasangannya, sama anaknya, sama keluarga barunya, buka twitter orang-orang pada pamer gaji 2 digitnya, buka facebook liat foto-foto masa lalu jadi kangen, pengen balik lagi, syukur-syukur bisa memperbaiki keadaan di masa lalu, tapi kalau gabisa, ya gapapa lah balik aja. Things seems easier that moment.
Kalau di umur gue saat ini, 25 tahun, gue lagi sering-seringnya mikir, apasih arti kehidupan? Hal-hal yang dulu gue anggap penting sampai dikejar sebegitu ambisnya, ternyata sekarang ngga jadi apa-apa. Orang-orang yang dulu jadi bagian penting hidup kita, sekarang jadi asing. It's confusing actually. Rasanya mau uninstal semua social media, tapi butuh juga.
Kalau aja....
Hampir selalu muncul kata "kalau aja". Kalau aja dulu gue bisa lebih...., kalau aja dulu gue pilih jurusan kuliah..., kalau aja dulu gue ngga ambil...
Did I need professional help? It's getting difficult to find someone for sharing at this age, sudah punya kesibukan dengan keluarganya, pekerjaannya, atau ya sibuk aja sama diri sendiri. Menurut gue, gue bukan pendengan yang buruk, ya walaupun ngga bisa dibilang yang terbaik juga. Tapi gue tau etika, when people talk, listen to them, sampai selesai, baru ngomong.
That simple, isnt it? Tapi kenyataannya, gue coba buka diri, ketemu teman, I listen their story, didnt interrupt them, tapi ketika gue mulai ngomong, ngga lama mereka ngomong tentang mereka lagi. Sesulit itu menemukan orang yang bisa diajak sharing.
Jadi ngga fokus ya tulisannya, judulnya apa, yang dibahas apa. I dont know why I came here too, its been a long time since I write here, but I think writing helps.
NB: to my sister, you didnt need to tell me that I'm ugly, I know it, your sister didnt even have boyfriend or a lot of friends at her age, did you think she didnt realized that she ugly?
Book Review: Filosofi Teras (Henry Manampiring)
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 07.22
Manusia Serba Bisa
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 05.40
Jangan ngomongin keburukan orang
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 09.20
Beberapa kejadian masa kecil yang masih gue ingat diantaranya waktu nyokap bawa gue piknik sama teman kerjanya, bus berhenti di suatu tempat (toko souvenir atau pom bensin), gue sama nyokap masih di bus, gue kira semua orang udah turun, tinggal kita berdua. Saat itu gue bilang ke nyokap tentang anaknya temen nyokap yang seumuran sama gue tapi belum bisa baca, ngga berapa lama, dari belakang bus jalan temen nyokap gue a.k.a orang yang anaknya gue omongin.
Jadi ternyata dia belum turun dari bus, tiduran di belakang makanya ngga kelihatan kepalanya, dia sih cuma jalan aja ke pintu keluar ga bilang apa-apa, gue gatau dia denger apa ngga, tapi kejadian itu cukup menghantui gue.
Kejadian berikutnya ketika kakak gue kedatangan temannya, gue masih sd kelas 1 atau kelas 2 gitu gue lupa, yang jelas jarang banget emang kakak gue bawa teman kerumah. Gue senang, karena menurut gue saat itu temen kakak gue ini baik, mau aja ngeladenin gue, sampe gue denger si temen ini bisik-bisik ke kakak gue "adek lu kok bandel banget sih" yang dijawab kakak gue "ya maklum lah namanya anak-anak"
It broke my heart, kirain teman kakak gue ini seneng-seneng aja gitu, ternyata ngga. Pada saat itu rasanya sedih aja gitu.
Dari dua kejadian itu, emang bisa dilihat kalau ngga ada bagusnya ngomongin keburukan orang. Kenapa?
1. Menyakiti perasaan mereka
Ya itu kan kalo mereka tau. The question is, apakah ketika lu ngomongin keburukan orang lu yakin orang yg lu ajak ngobrol ngga bakal bocor ke orang yg lu omongin? Can you imagine how their feelings when they know about it?
2. Membuat jelek image yang sudah dibangun
Few days ago, gue hampir banget ngomongin kejelekan seseorang, I thought the person wasn't there, tapi gajadi karena gue tiba-tiba mager ngomong. wkwk.
Yaudah gue lanjutin kegiatan dengan ngecek hp, dan ngga berapa lama, ternyata orang yang tadinya pengen gue omongin tau-tau muncul doooong. Jadi kan emang ruangan ini dibagi dua sama lemari, dibatesin lemari gitu, nah gue lagi duduk di sisi kiri, dan si orang ini ternyata di sisi kanan doooong, gue kira dia keluar. Kebayang gasih kalo tadi gue jadi ngomongin dia? Gileeee, kemageranku menyelamatkanku.
3. Dosa
Yeah, what else? Gue sih yakin semua agama mengajarkan kebaikan dan ngomongin keburukan orang tidak termasuk dalam kategori kebaikan.
So thats it, another reminder for me, for us.
Si pintar yang tau segalanya, atau si bodoh yang gatau apa-apa?
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 07.51
Bip Bip, What Time Is It?
About Me
Popular Posts
-
Hola... duh, lagi libur aje males banget nge blog. Lagi ada niatan nih kalo nanti nati gue nge blognya seminggu sekali, apalagi setelah lia...
-
Di umur memasuki kepala 3, dengan profesi yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang, sebetulnya malu juga untuk mengakui bahwa gue sampa...
-
Pernah ngga sih elu ngebayangin kehidupan seseorang bakal kaya apa nantinya? Haha. Pasti pernah lah ya. Ngebayangin gimana nantinya idup te...
-
X-Men: Apocalypse bercerita tentang kebangkitan mutan pertama yang berencana untuk membuat dunia supaya tunduk sama aturan dia, caranya g...
-
Per tahun 2025 ini udah 16 kali gue donor darah. Menyenangkan rasanya setelah donor darah. Permasalahannya adalah akhir-akhir ini, gue gagal...
-
Quarter itu seperempat, quarter life (dari beberapa sumber yang gue baca) yaitu umur-umur 20an awal, tengah, dan akhir. Quarter life crisis...
-
Oke, kita lanjut pada bagian wisata gunung merapi. Menurut gue sih unik. Mungkin karena baru pertama kali ke tempat wisata yang dulunya per...
-
Tahun ini umur gue 26, di umur gue yang segitu gue ngerasanya gue gampang banget capek. Cuma ketak ketik hp yang ngga berkaitan dengan kerja...
-
Kayanya benar kalau saya orang yang ngga punya prinsip. Di tahun 2019 bapak kandung saya meninggal, lupa tanggal persisnya, yang saya ingat...
-
Jadi ceritanya belum lama ini di tempat kerja gue dihebohkan sama kelakuan anak-anak yang mungkin disebabkan karena mereka keseringan nonto...
Penayangan
Followers
Powered by Blogger.




