Di usia 30 ini rasanya hampir semua quotes yang gue temui itu adalah quotes yang udah pernah gue baca sebelumnya.
Dulu, pertama kali baca suatu quotes hampir selalu respon gue adalah "wah", "ih bener nih", "ih keren quotesnya".
Sekarang, hampir tiap baca quotes-quotes itu respon gue "alah tai"
Mungkin karena banyak quotes yang isinya kata-kata indah yang meromantisasi suatu keadaan secara berlebihan, padahal hidup tuh ngga semudah quotes-quotes itu. Seringnya hidup ya kaya tai. Hidup gue sih.
Tapi gue pernah nemu sebuah bacaan, yang pada intinya ngasi tau kalau pattern didn't lie. Kata-kata yang keluar dari mulut seseorang ngga bisa jadi tolak ukur, tapi pola seseorang bisa jadi penilaian. Karena pattern atau pola itu terbentuk dari tingkah laku yang berulang kali dilakukan, jadi sebuah kebiasaan, jadi sebuah karakter.
Memasuki tahun ke 5 pernikahan, rasanya bukan makin kenal, pasangan gue justru berubah jadi sosok yang makin asing. Rasanya tiap hari membatin "I didn't married this guy".
Tapi lalu gue teringat bagaimana sikapnya dulu di awal-awal kita kenal.
Dia memang ngga pernah menunjukkan rasa ketertarikan ketika itu.
Dia ngga datang saat bokap kandung gue meninggal, padahal kemarin ada istri teman yang meninggal malam-malam, tanpa pikir panjang dia datang melayat malam itu juga.
Waktu pertama kita naik gunung bareng, dia ngga ada perhatian-perhatiannya.
Ketika kami lumayan dekat dan ada masalah kecil, dia dengan santainya bonceng teman wanita lain disaat bisa aja dia milih bonceng gue. Sepele, tapi terlihat ngga ada effortnya.
Dia lebih milih nganter cewek lain beli laptop dibanding nemenin gue cuci mobil. Alasannya karena sudah janji ke cewek itu dari jauh hari, tapi kamu juga janji kan mau nemenin aku nyuci mobil.
Pola-pola yang bikin gue membatin "kenapa kaget sama sikapnya sekarang? Toh dari dulu memang dia ngga nunjukin tanda sayang"
Kamu emang ngga cinta kan sama aku?

