Movie Review: Mission Impossible-Rogue Nation

Sebenernya gue ngga suka suka banget sama film mission impossible. Gue gatau apakah film yang gue tonton itu mission impossible yang keberapa, dan menurut gue alur cerita di mission impossible termasuk yang berat. Dari keseluruhan film mission impossible sampe tahun 2015 ini gue sangat amat suka sama mission impossible-ghost protocol. Keren abis lah pokoknya film itu.
      
Setelah mission impossible-ghost protocol yang gue bilang keren banget tadi ada lagi yang keluar di tahun ini, judulnya mission impossible-rogue nation. Karena pengaruh film sebelumnya yang kece abis, gue pun memasukkan mission impossible-rogue nation ke list wajib nonton gue.
     
Finally karena ngga ada temen nonton (hahaha, sedih abis) gue pun harus bersabar nunggu streaming-an nya ada. Tapi ternyata eh ternyata film mission impossible yang keluar di tahun 2015 ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi gue. Saya kecewa.
     
Kalau untuk peralatan canggihnya sih gue masih dibuat terkagum-kagum, yang bikin gue kecewa adalah alur ceritanya. Setelah nonton ini gue ngerasanya malah mereka udah kehabisan cerita. Karena pokok permasalahannya itu hampir sama kaya mission impossible ghost protocol. Hmm.

Dear Mahasiswa Baru

By Mr. Anis Baswedan :

Selamat untuk Anda yang kini menjadi mahasiswa, Anda disebut maha atas kesiswaan  Anda. Tanggungjawabnya tentu lebih besar daripada anak-anak muda lainnya. 

Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya Anda berbeda dengan yang lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk mengembangkan diri, untuk maju, meraih masa depan bukan hanya untuk Anda sendiri tapi untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa. 

Saya akan beri sedikit catatan di sini.
Tolong jangan hanya belajar di dalam ruang kuliah. 
Kuliah Anda adalah di dalam ruang dan di luar ruang kuliah. Kalau Anda disebut sebagai aktivis, maka jangan hanya jadi aktivis di luar ruang kuliah, tapi juga aktivis di dalam ruang kelas.

Anda merugi jika hanya belajar di dalam kelas saja
Bagi teman-teman yang ingin belajar hanya di dalam kelas saja, maka Anda akan masuk golongan orang yang merugi. Karena di ujung masa kuliah Anda hanya akan keluar membawa selembar kertas bertuliskan transkrip atau selembar kertas ijazah. Masa depan tidak bisa dibuat atau dibangun hanya dengan selembar kertas itu.

Anda harus menjadi manusia baru
Anda harus menjadi pemimpin di Indonesia. Anak-anak muda yang kata-katanya, langkahnya bisa membuat perubahan dan itu artinya belajar dari sekarang.

Saya sering menganalogikan hidup pasca kuliah itu seperti berenang di lautan. Anda punya pilihan, mau belajar berenang saat sudah sampai ke laut atau mau belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang kedalamannya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya juga terukur, dan di sana Anda bisa belajar berenang. 

Atau Anda langsung terjun ke laut dan belajar berenang. Resikonya agak besar belajar berenang di tengah lautan. Kalau Anda belajar berenang di kolam renang resikonya jauh lebih terkontrol. Karena itu belajarlah “berenang”, belajar untuk memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika kuliah.

Anda bisa lihat nanti, mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat, mereka yang berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan adalah orang-orang yang pada masa mudanya tidak hanya meghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas.

Jadilah pegiat, jadilah anak-anak yang aktif. Saya sering mengatakan IP yang tinggi akan mengantarkan Anda pada panggilan wawancara, titik.

Kepemimpinan
Kemampuan komunikasi
Kemampuan analitik

Hal-hal itu yang akan mengantarkan Anda ke masa depan.

Kalau dulu SD ke SMP Anda perlu nilai tinggi, untuk masuk SMA Anda juga perlu nilai, dan sekarang dari SMA masuk di kampus Anda juga harus punya nilai yang tinggi. Sesudah Anda lulus kuliah, fase berikutnya Anda butuh lebih dari sekadar nilai. 

Jangan diartikan boleh mendapatkan IP rendah. Kalau IP Anda rendah, Anda bahkan tidak dipanggil wawancara. Jadi IP-nya harus tinggi, berapa minimal IP? Usul saya mumpung Anda baru kuliah, coba Anda cek kalau daftar beasiswa S2 berapa syarat IP minimalnya? Lalu Anda gunakan itu sebagai target.

Hari ini tidak ada yang bertanya IP Anda berapa? Misalnya saya tidak ada yang tanya IP saya berapa? Atau berapa lama kuliahnya? IP dan lama kuliah itu ditanyakan saat wisuda. Yang kuliahnya cepat, IP-nya tinggi senyumnya lebih lebar daripada yang tidak. Tapi dalam perjalanan ke depan yang dibutuhkan lebih dari itu. 

Saya tidak ingin menganggap enteng pelajaran di kuliah. Pelajaran itu sangat penting. Tapi saya ingin Anda punya double track:

Track akademik
Track kepemimpinan 

Keduanya harus seimbang. Jadi bangun itu, mumpung Anda punya kesempatan untuk melakukannya. 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

Buat cita-cita 
Anda dapat mulai menuliskan: 
- Berapa lama Anda mau kuliah 
- Anda mau melakukan apa 
- Selama kuliah apa yang akan Anda kerjakan 
Jangan jadi mahasiswa yang hanya rumah atau kos-kosan, kampus dan kampusnya hanya ruang kuliah, jangan lakukan itu. 

Anda akan menjadi bagian dari dunia. 
Saya adalah mahasiswa dua puluh tahun lalu. Maka mahasiswa saat ini akan mengalami era 20 tahun akan datang. Bayangkan Indonesia 20 tahun yang akan datang, jangan bayangkan Indonesia sekarang. Seperti apa potret Indonesia 20 tahun mendatang? Apa peran Anda di dalamnya? Bagaimana kondisinya?

Hari ini Anda warga Indonesia dan warga dunia. 
Untuk menjadi bagian dari dunia Anda harus menguasai bahasa internasional. Saya garis bawahi, bahasa internasional bukan bahasa asing. Bahasa internasional adalah bahasa percakapan antar bangsa. Seperti halnya bahasa nasional yang digunakan sebagai percakapan antar suku bangsa. 
Kuasai bahasa internasional sehingga Anda bisa menjadi bagian dari dunia, berkomunikasi dengan dunia. Anda dapat menyerap informasi dan menyebarkan informasi. 

Kuasai ilmu pengetahuan yang terdepan. 
Anda tidak bisa belajar hanya dengan ilmu-ilmu masa lalu, kuasai yang terbaru. Kemampuan belajar menjadi amat kunci, bukan kemampuan menguasai sebuah bidang tapi kemampuan belajar di bidang apapun. Karena sesudah lulus Anda belum tentu mendalami atau mengerjakan hal yang menjadi fokus ketika masa kuliah. 
Tapi, kemampuan Anda belajar akan membuat Anda menjadi pembelajar terus menerus. Kalau Anda pembelajar maka Anda akan punya peluang untuk bisa terus menerus mengembangkan diri dan meningkatkan kontribusi.

Teman-teman mahasiswa baru, Anda sekarang memasuki fase yang benar-benar baru karena itu rencanakan dengan baik. Catat cita-cita Anda, catat keinginan-keinginan Anda. Lalu lihat tiga setengah atau empat tahun ke depan sebagai masa pengembangan diri, bukan sekadar masa kuliah tapi pengembangan diri. 

Sesudah itu adalah masa Anda mulai berkontribusi. Siapkan diri Anda dengan baik. Kerjakan masa ini secara optimal.

Biarkan Anda menengok masa kuliah Anda dan berkata, “Untung masa kuliah saya tak hanya berisi di ruang kelas.” Dan itu nanti akan membuat jalan Anda ke depan jauh lebih lebar, jauh lebih menantang. Anda akan menemukan simpul-simpul baru keberhasilan. 
Always learning
Always growing
Always inspiring

-Anies Baswedan

Punya Geng Pertemanan. Yay or Nay?

Dari dulu gue selalu mau punya sebuah kelompok teman atau yang biasa kita kenal "geng", asik aja gitu bisa sharing pemikiran, apalagi kalo jalan pemikiran temen segeng kita ini sama kaya jalan pemikiran kita. Sependapat. Masalahnya adalah ada beberapa orang yang terlalu menggantungkan hidupnya pada teman segengnya ini, mungkin karena udah ngerasa klop banget, sampe ada yang kalau memilih sesuatu harus sama dengan temen segeng ini. Hmm.
     
Gue sendiri bukan termasuk orang yang anti untuk bikin kelompok pertemanan kaya gini, cuma akhir-akhir ini gue ngerasa banyak keputusan yang gue ambil berdasarkan pendapat temen segeng ini, jadinya? banyak hal yang gue lewatin gitu aja cuma karena mereka ngga mau, padahal hati gue sebenernya mau.

     
Tapi hal ini ngga serta merta membuat gue menyalahkan mereka, apalagi gue termasuk orang yang menjunjung tinggi nilai persahabatan. Gue ngga bisa menyalahkan mereka begitu aja karena setelah dipikir-pikir temen segeng gue ini ga salah, kesalahan sepenuhnya ada sama gue. Mereka ngga pernah ngelarang gue untuk mengikuti sesuatu, mereka juga ngga maksa gue untuk mengikuti keinginan mereka.

     
Justru kesalahan ada di gue karena seharusnya gue ngikutin kata hati gue, ngga kebanyakan mikir. Ya tapi mereka ikut andil juga sih walau sedikit, karena ada pepatah yang bilang kalau berteman dengan tukang minyak wangi akan kebagian wanginya. Jadi emang secara ngga langsung mereka juga yang mempengaruhi.

     
Paling bener emang kalo kita punya banyak temen, banyak banget keuntungannya. Coba seandainya kita cuma punya temen tukang minyak wangi, kita cuma kebagian wanginya aja, tapi minyak wangi ngga bisa bikin kenyang kan? kebayang ngga kalo kita punya temen pemilik restoran, tukang minyak wangi, sama pemilik salon kecantikan? Udah kebagian wanginya, kenyang, muka kece badai juga. Nah seperti itulah filosofi ala gue.

Entahlah

Well, agak bingung sih sebenernya mau mulai postingan kali ini darimana. Mungkin buat yang suka atau pernah baca blog gue (ya ngga ngarep banyak sih) akan tau apa aja isi dari blog ini. Walaupun baru sedikit sih postingannya. Ehm. Okey. Sampai sejauh ini sih blog gue diisi oleh 3 hal, tentang film, semacam motivasi, dan komplen. Iya komplen, keluhan. Sebetulnya sih inti aslinya ya tentang komplen itu. Di postingan film gue akan menceritakan tentang hal yang membuat gue sedikit bisa lari dari kenyataan. Di postingan motivasi sebetulnya gue lagi mencoba memotivasi diri sendiri.
     
Komplen. Malu sih sebenernya dengan keadaan gue yang sering banget komplen tentang apa aja yang ada di hidup gue, walaupun gue sendiri tau persis apa yang gue coba gue hindari dengan komplen itu. Kalo dari pengalaman gue selama ini sih gue komplen untuk melindungi diri. Melindungi diri dari menyalahkan diri sendiri. Gue sadar gue gabisa apa-apa dan hal itu sayangnya malah gue lampiaskan ke orang-orang di sekitar gue. Iya, gue mencoba menutupi kekurangan gue dengan mengeluh atau marah-marah ke semua orang.
     
All I can say now is, I'm really really sorry for that. Entahlah, bagi saya sulit untuk tetap positif dikala kehidupan tidak banyak memberi saya pilihan. Atau memang saya saja yang masih salah arah dalam melihat segala sesuatu yang ada di hidup ini? all I can say now is Sorry.

The One That Got Away

Hey, Kamu
Iya Kamu
Aku bermimpi tadi malam, dan Kamu ada di dalamnya
Di mimpi itu Kamu menggenggam tanganku, kebiasaan rutin tiap kali kita bertemu
Tapi apa Kamu masih ingat?
Kalau Kamu yang selalu saja menggenggam tanganku terlebih dahulu
Seolah Aku anak kecil yang akan hilang jika tidak dipegang
Seolah Kamu takut kehilanganku
Aku pun merasa nyaman dengan genggaman itu
Nyaman walaupun Aku tidak pernah mengatakannya secara langsung kepadamu
Tapi tiba-tiba Kamu pergi
Menghilang
Membawa segalanya 
Menghancurkan segalanya
Janji-janji yang Kamu ucapkan dahulu? apa Kamu masih ingat?
Tapi Aku harus akui keahlianmu dalam memasuki kehidupan orang lain
Memasuki kehidupanku
Sampai sulit rasanya untuk melupakanmu
Melupakan kebiasaan-kebiasaanmu
Kelakuanmu
Wangi parfum yang Kamu gunakan
Hingga genggaman tanganmu
Bahkan di mimpi semalam Aku masih bisa merasakan hangatnya genggaman tanganmu
Tapi, terimakasih
Terimakasih sudah membuat hariku lebih berwarna
Terimakasih untuk genggaman yang menenangkan
Kalau dulu janjimu tidak bisa Kamu tepati
Aku mempunyai janji yang pasti akan Aku tepati
Janji untuk membuatmu menyesal telah melepaskan Aku
HA HA HA

Menanggapi Kritik

Tulisan di timeline Line seseorang di malam hari.

Ada sebuah lukisan yang diselesaikan selama 5 hari 4 malam-sebuah lukisan pemandangan yang sangat cantik. Si seniman ingin menunjukkan karyanya pada orang banyak, sekaligus ingin tahu bagaimana pendapat mereka. Maka, ia meletakkan lukisannya di sebuah jalan yang ramai. Di bawah lukisan tersebut, dia beri tulisan, "Lukisan ini adalah karya saya. Mungkin saya telah membuat beberapa kesalahan dalam goresan, pemilihan warna, dan sebagainya. Tolong beri tanda X pada bagian yang menurut Anda salah." Sore harinya, si seniman kembali untuk mengambil lukisan itu, dan dia amat terkejut melihat seluruh kanvas penuh dengan tanda X berikut komentar-komentar pedas. Dengan sangat kecewa, si seniman pergi ke tempat guru melukisnya. Dia merasa tidak berguna dan gagal menjadi pelukis. 
     
Sang guru yang bijaksana, lantas menunjukkan pada muridnya cara untuk membuktikan bahwa dia bukan pelukis yang buruk. Guru lukis ini memintanya untuk membuat kembali lukisan yang telah dicoret orang-orang itu. Namun kali ini, tulisan di bawah lukisan itu berbunyi demikian, "Saudara-saudara, saya telah melukis lukisan ini. Mungkin ada kesalahan dalam goresan, pemilihan warna, dsb. Maka saya sediakan kanvas, sekotak kuas, dan cat. Mohon berbaik hati memperbaikinya. Terima kasih." Sore harinya, dia kembali. Hasilnya? Lukisan itu tetap bersih tanpa satu pun koreksi. Lukisan itu tetap ditinggalkan di sana hingga tiga hari berikutnya, dan masih tetap bersih dari koreksi. 
     
Pesan yang bisa kita ambil dari cerita ini: - Mengkritik memang mudah, namun memperbaiki itu sulit. - Jangan biarkan diri Anda hancur dan depresi hanya karena kritikan orang lain. - Analisa kritik dengan teliti. Jika salah, jangan pedulikan. Tapi jika benar ya harus diterima. Ambil kritik untuk memperbaiki diri.

Have you ever?

Pernah ngga sih elu ngebayangin kehidupan seseorang bakal kaya apa nantinya? Haha. Pasti pernah lah ya. Ngebayangin gimana nantinya idup temen lo, atau bahkan orang yang kelakukannya ngeyel.

Gue punya temen smp, ya ngga deket sih, cuma karena sekelas aja. Waktu smp sombongnya ampun dah. Kalo menurut dia, dia itu orang penting yang semua orang tau, walaupun dia ngga mesti tau semua orang. Dan seriously dia ngomong kaya gitu sambil ketawa. What the?
Dan lo tau dia sekarang kaya apa? Em, ini sih gue ambil kesimpulan sendiri ya, tapi berdasarkan fakta yang ada lho. Dia sekarang ngga punya temen. Kalo ini gue survey dari foto-foto dia di social media dan percakapannya di twitter maupun fb. Ya yang suka diajak bales balesan gitu paling temen temen smpnya dulu. Haha.

Tapi sih gue bikin postingan ini bukan karena dia. Idih banget. Gue bikin postingan ini karena temen kuliah gue. Well, I have a friend, sayangnya ada bagian yang gue sayangkan banget dari dia. Dia masih suka kepoin mantannya. Suka dan selalu kali ya. Maksud gue. Come on... lo lebih dari itu. Lo pinter, baik, ngga jelek jelek amat juga (haha ._.v) Ya cowo cupu kaya mantan lu mah ngga ada apa apanya kali.

Hey, you deserve more and more better life. Good people like you!