Kenapa Menua?
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 05.18
Learn it from the hard way
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 23.52
2020 tahun paling nano-nano buat gue. Sebagian keinginan gue tercapai di tahun ini, tapi di sisi lain, ada hal buruk yang harus gue hadapi. Hal yang ngga pernah gue sangka-sangka, ngebayanginnya pun enggan.
The happy part? gue bisa ngerasain kerja yang ngga harus ketemu orang langsung, gue punya pacar di tahun ini (ini gatau sih bakal happy ending atau ngga), ngerasain penghasilan tambahan pertama kali di tahun ini, dan ngga harus dandan berlebih ke kondangan, karena ketutupan masker (ini yang paling bikin seneng sih)
Bagian sedihnya? Harus keliling-keliling rumah sakit untuk sebuah kamar rawat untuk nyokap, nyokap kena corona, harus ngurusin tetek bengek rumah sakit sendirin, pandangan dan perlakuan orang-orang setelah tau nyokap kena corona, rencana-rencana yang harus gagal karena kejadian ini.
Dan barusan kepikiran, apa ini jawaban atas doa gue "dekatkan dengan yang baik dan jauhkan dari yang jahat". Jadi tau yang mana yang peduli sama kita, yang mana yang malah keliatan busuknya. Bahkan saudara yang selalu kita bantu aja ternyata ngga ada batang hidungnya disaat ada musibah kaya gini.
Gue udah lama tidak membuat resolusi disaat pergantian tahun, tapi tahun 2021 ini tolonglah biarkan gue napas lega dulu tanpa kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan. 2019 dan 2020 udah cukup bikin gue pusing, udahlah plis 2021, be nice to me.
Tapi siapalah saya, hanya manusia biasa, yang ngga tau 1 detik kemudian akan terjadi apa.
Being Adult
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 06.21
Waktu gue masih duduk di bangku sekolah dasar, ngeliat kakak gue yang saat itu SMA kemudian kuliah dan kerja, rasanya jadi dewasa itu menyenangkan sekali. Punya pacar, bisa jalan jauh, bisa nonton semua film.
Time flies, turns out menjadi dewasa ternyata tidak semenyenangkan yang gue bayangkan waktu kecil. Menjalin suatu hubungan ternyata ngga mudah, hubungan dengan pacar bisa kandas di tengah jalan, teman yang selama ini selalu kita utamakan ternyata ngga ada di saat kita terpuruk, rencana-rencana yang dibuat dengan penuh optimisme satu persatu berguguran dihempas kenyataan, dan bisa nonton semua film ternyata ya udah gitu aja, ngga spesial spesial amat.
Ketika masih anak-anak mau buru-buru dewasa supaya bisa nyoba berbagai hal, tapi ketika udah dewasa malah pengennya balik lagi ke masa anak-anak, ketika semua hal masih begitu sederhana, tidak serumit saat dewasa.
Ketika dewasa akan banyak hal-hal yang membingungkan, temen lu yang ngga pernah ibadah ternyata hidupnya lebih baik dari lu yang masih inget ibadah, orang yang ngelakuin hal jahat, tapi turns out hidupnya mulus-mulus aja, mana karma?
Pilihan-pilihan yang diperjuangkan setengah mati ternyata berbuah kekecewaan, sebaliknya, pilihan yang dijalani setengah hati malah berbuah manis. Lho kok bisa begitu?
Kita diajarkan gaboleh berjudi di agama, tapi hidup itu sendiri ternyata sebuah perjudian. Kita ambil sebuah keputusan, dan mempertaruhkan hidup kita, kalau menang kita dapat untung, tapi kalau ternyata pilihan yang kita ambil salah ya....
We never know what we gonna get in life.
And as far as I know, adult life is confusing.
Book Review: Tempat Terbaik di Dunia (Roanne Van Voorst)
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 06.58
Meaning Of Life
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 06.15
Next year, I will be 26 years old.
Berada diantara umur 20 dan 30an ini emang bikin insecure ga sih? Buka instagram, teman-teman pada posting sama pasangannya, sama anaknya, sama keluarga barunya, buka twitter orang-orang pada pamer gaji 2 digitnya, buka facebook liat foto-foto masa lalu jadi kangen, pengen balik lagi, syukur-syukur bisa memperbaiki keadaan di masa lalu, tapi kalau gabisa, ya gapapa lah balik aja. Things seems easier that moment.
Kalau di umur gue saat ini, 25 tahun, gue lagi sering-seringnya mikir, apasih arti kehidupan? Hal-hal yang dulu gue anggap penting sampai dikejar sebegitu ambisnya, ternyata sekarang ngga jadi apa-apa. Orang-orang yang dulu jadi bagian penting hidup kita, sekarang jadi asing. It's confusing actually. Rasanya mau uninstal semua social media, tapi butuh juga.
Kalau aja....
Hampir selalu muncul kata "kalau aja". Kalau aja dulu gue bisa lebih...., kalau aja dulu gue pilih jurusan kuliah..., kalau aja dulu gue ngga ambil...
Did I need professional help? It's getting difficult to find someone for sharing at this age, sudah punya kesibukan dengan keluarganya, pekerjaannya, atau ya sibuk aja sama diri sendiri. Menurut gue, gue bukan pendengan yang buruk, ya walaupun ngga bisa dibilang yang terbaik juga. Tapi gue tau etika, when people talk, listen to them, sampai selesai, baru ngomong.
That simple, isnt it? Tapi kenyataannya, gue coba buka diri, ketemu teman, I listen their story, didnt interrupt them, tapi ketika gue mulai ngomong, ngga lama mereka ngomong tentang mereka lagi. Sesulit itu menemukan orang yang bisa diajak sharing.
Jadi ngga fokus ya tulisannya, judulnya apa, yang dibahas apa. I dont know why I came here too, its been a long time since I write here, but I think writing helps.
NB: to my sister, you didnt need to tell me that I'm ugly, I know it, your sister didnt even have boyfriend or a lot of friends at her age, did you think she didnt realized that she ugly?
Book Review: Filosofi Teras (Henry Manampiring)
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 07.22
Manusia Serba Bisa
Diposting oleh Siti Hana Listiani di 05.40
Bip Bip, What Time Is It?
About Me
Popular Posts
-
Hola... duh, lagi libur aje males banget nge blog. Lagi ada niatan nih kalo nanti nati gue nge blognya seminggu sekali, apalagi setelah lia...
-
X-Men: Apocalypse bercerita tentang kebangkitan mutan pertama yang berencana untuk membuat dunia supaya tunduk sama aturan dia, caranya g...
-
Oke, kita lanjut pada bagian wisata gunung merapi. Menurut gue sih unik. Mungkin karena baru pertama kali ke tempat wisata yang dulunya per...
-
Quarter itu seperempat, quarter life (dari beberapa sumber yang gue baca) yaitu umur-umur 20an awal, tengah, dan akhir. Quarter life crisis...
-
Di umur memasuki kepala 3, dengan profesi yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang, sebetulnya malu juga untuk mengakui bahwa gue sampa...
-
Pernah ngga sih elu ngebayangin kehidupan seseorang bakal kaya apa nantinya? Haha. Pasti pernah lah ya. Ngebayangin gimana nantinya idup te...
-
Dari pertama kenal sama keluarga suami di tahun 2021, keluarga suami punya kebiasaan untuk berkunjung dan menginap di rumah Cijantung ketika...
-
Tahun ini umur gue 26, di umur gue yang segitu gue ngerasanya gue gampang banget capek. Cuma ketak ketik hp yang ngga berkaitan dengan kerja...
-
Sebagai anak yang tumbuh di keluarga yang tidak punya rumah sendiri sebagai tempat tinggal, buat gue rumah itu adalah sebuah hal mewah. Wakt...
-
Per tahun 2025 ini udah 16 kali gue donor darah. Menyenangkan rasanya setelah donor darah. Permasalahannya adalah akhir-akhir ini, gue gagal...
Penayangan
Followers
Powered by Blogger.




